Kalau dari pengalaman sendiri, ternyata memang betul-betul ada kepuasan tersendiri. Kalau mau dihitung-hitung, mungkin 25% saya yang mengerjakan, 70% istri, sisanya ya ketabahan 😄. Tapi dari situ kita jadi bisa melihat sendiri perbedaannya. Tanaman cabai bisa tumbuh cukup subur tanpa harus membeli macam-macam “obat cinta” untuk tanaman. Yang menarik, setelah kita tanam kemangi di sekitar cabai, kutu putih yang biasanya menyerang juga sudah tidak kelihatan lagi.
Buat saya, melihat tanaman tumbuh dari apa yang kita tanam sendiri itu memang menyenangkan. Walaupun kalau dilihat dari sisi pengetahuan, tanamannya masih jauh dari sempurna. Batangnya agak kering, beberapa daunnya juga menggulung, belum seperti tanaman cabai yang kelihatan cantik dan sehat di gambar-gambar. Tapi ya namanya pengalaman, justru dari situ kita belajar melihat apa yang kurang dan apa yang sudah berhasil.
Dan yang paling penting, hasilnya ternyata cukup bagus. Jadi bukan cuma sekadar membaca atau mendengar pengalaman orang lain, tapi kita benar-benar mengalami sendiri prosesnya. Ada percobaan, ada yang kurang, ada yang berhasil, dan dari situ muncul rasa puas. Mungkin tanamannya belum sempurna, tapi pengalaman menanam dan melihat hasilnya sendiri itu yang menurut saya paling berharga.
0 Comments