Ruangan kelas bukanlah keterbatasan untuk tetap belajar. Sore itu seharusnya menjadi jadwal perkuliahan kami, namun ternyata ruangan telah digunakan oleh dosen dan mahasiswa lain. Alih-alih mengalah pada kondisi, saya justru melihat ini sebagai peluang. Mata kuliah lingkungan seharusnya tidak hanya dipahami di dalam ruang tertutup, tetapi juga dirasakan langsung melalui suasana sekitar—hawa sore, interaksi dengan lingkungan, dan pengalaman nyata yang tidak selalu bisa dijelaskan melalui teori.
Pendekatan pembelajaran pun saya ubah, dari yang semula berpusat pada dosen (teacher-centered learning) menjadi berpusat pada mahasiswa. Dalam kondisi keterbatasan, mahasiswa tetap didorong untuk aktif membangun materi mereka sendiri. Berbekal kertas dan perangkat sederhana seperti gadget, mereka mulai menyusun ide, mengembangkan materi dalam bentuk PPT, serta menuangkannya dalam catatan. Setiap kelompok atau individu memilih topik tertentu untuk kemudian dipresentasikan dan didiskusikan pada sesi berikutnya.
Materi dasar lingkungan dalam konteks perkebunan sebenarnya sangat luas. Namun, yang lebih penting bukan sekadar banyaknya materi yang disampaikan, melainkan bagaimana mahasiswa memiliki rasa ingin tahu untuk menggali informasi secara mandiri. Ketika nantinya mereka memasuki dunia kerja, kemampuan berpikir, menyusun materi, dan menjelaskan kepada audiens dengan jelas menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan. Jika belum memahami suatu konsep, mereka perlu berupaya mencari cara agar dapat memahaminya, lalu menyampaikannya kembali dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Saya meyakini bahwa kemampuan menjelaskan suatu ilmu secara sederhana—menyesuaikan dengan berbagai kalangan—merupakan indikator sejauh mana seseorang benar-benar memahami materi tersebut. Dari proses itulah kemampuan berpikir akan terasah. Harapannya, mahasiswa ke depan mampu menjadi pembelajar mandiri (self-learner) dengan rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu menularkan ilmu kepada siapa pun. Dengan demikian, pola pikir akan semakin tajam dan terlatih, membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
0 Comments