Hal kecil mengurangi paparan negatif

Akhir-akhir ini saya mulai sadar, setiap kali terlalu banyak baca berita negatif, rasanya ikut kebawa. Pikiran jadi penuh, mudah overthinking, bahkan hal kecil pun terasa berat. Saya percaya bahwa membaca berita negatif akan berdampak negatif bagi diri kita sendiri, begitu juga ketika ada hal yang biasanya tidak bagus kita dengar atau lihat—itu juga akan memberikan efek yang kurang baik. Dari situ saya coba pelan-pelan mengurangi, bukan karena ingin menutup mata, tapi lebih ke menjaga isi kepala tetap “bersih”. Saya mulai pilih mana yang memang perlu saya tahu, dan mana yang sebenarnya hanya bikin lelah.

Saya juga mulai mencoba mendamai dengan diri sendiri lewat hal-hal sederhana. Salah satunya mungkin terdengar sepele: menggali lubang untuk tempat sampah, atau mencabut rumput di halaman. Tapi justru di situ ada rasa tenang yang berbeda. Saat tangan sibuk, pikiran ikut lebih diam. Menggali lubang seperti membuka ruang baru, sementara mencabut rumput seperti membersihkan hal-hal yang tidak perlu. Aktivitas kecil seperti ini juga membuat saya sedikit menjauh dari gadget atau handphone, karena paparan yang terlalu intens juga terasa memberikan dampak negatif tanpa kita sadari.


Dari situ saya belajar, ternyata tidak semua “asupan” harus datang dari layar. Kadang yang kita butuh justru aktivitas sederhana yang bikin kita kembali hadir sepenuhnya. Mungkin dari hal kecil di rumah, pelan-pelan bisa membawa perubahan. Selain itu, saya juga merasa menulis bisa jadi cara lain untuk mempertajam intuisi dan merefleksikan diri, karena memang butuh waktu sendiri untuk benar-benar memahami apa yang kita rasakan. Semoga dari kebiasaan kecil ini, termasuk menulis di blog, bisa terus berkembang dan membawa dampak yang lebih baik ke depannya.


Post a Comment

0 Comments