Begitu masuk ke area produksi, suasananya terasa hidup. Di bagian depan terlihat kerupuk mentah dijemur rapi menggunakan para-para agar mendapatkan panas matahari yang cukup. Proses pengolahan dilakukan bertahap, mulai dari bahan kulit yang dibersihkan, diproses, dipotong, lalu dijemur sebelum nantinya digoreng. Yang menarik, sebagian proses masih mempertahankan cara tradisional sehingga rasa dan teksturnya tetap khas. Aroma gurih dari kerupuk yang baru diolah juga langsung terasa begitu masuk ke area tungku.
Selain melihat proses produksi, kami juga memperhatikan bagaimana pengemasan dilakukan. Produk disusun cukup rapi dengan beberapa pilihan ukuran kemasan sehingga cocok dijadikan oleh-oleh. Ada yang dijual mentah untuk digoreng sendiri di rumah, ada juga yang sudah siap makan. Menariknya, meskipun termasuk UMKM lokal, mereka sudah cukup serius dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pembeli yang datang langsung.
Kunjungan singkat ke Tungku Karupuak Jangek Pak Gaek ini memberi pengalaman berbeda karena kami tidak hanya membeli makanan, tetapi juga melihat proses di balik sebuah produk khas daerah. Dari usaha sederhana seperti inilah kuliner tradisional tetap bertahan dan dikenal banyak orang. Kalau sedang berkunjung ke Bukittinggi khususnya daerah Koto Selayan, tempat ini bisa jadi salah satu pilihan untuk mencari oleh-oleh sekaligus melihat langsung aktivitas UMKM lokal yang masih aktif memproduksi kerupuk jangek secara tradisional.
0 Comments