Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, hari itu (Ahad, 24 Mei 2026), tim dosen dari Program Studi Pengelolaan Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh bergerak menuju lokasi hunian sementara (huntara) Nagari Koto Tinggi. Kegiatan PKM yang didanai melalui DIPA PPNP Tahun 2026 ini melibatkan delapan orang dosen beserta pendampingan dari mahasiswa.
Lokasi huntara ini sendiri merupakan kawasan bagi masyarakat yang terdampak bencana galodo Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu. Wilayah lereng yang curam ditambah curah hujan tinggi membuat kawasan ini memang rawan mengalami longsor susulan.
Melihat kondisi tersebut, fokus pengabdian kami kali ini adalah mitigasi bencana alam. Bersama pemateri utama, Ibu Synthia Ona Guserika Afner, kami mengangkat tema:
Sosialisasi dan Penanaman Vetiver sebagai Mitigasi Risiko Tanah Longsor Khususnya di Lereng.
Rumput akar wangi (vetiver) sengaja dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam mengikat tanah di area lereng kritis, sehingga diharapkan bisa menjadi benteng alami pelindung huntara warga dari ancaman longsor.
Perjalanan ke Koto Tinggi kali ini benar-benar lengkap. Tidak hanya sekadar menunaikan kewajiban akademik dan berbagi manfaat lewat mitigasi hijau pasca-bencana, tapi juga bonus pulang membawa asupan semangat nasionalisme setelah menengok langsung rekam jejak perjuangan PDRI.
Bagi yang ingin membaca detail rilis berita lengkapnya, bisa langsung meluncur ke BeritaSumbar.id.
0 Comments