Saat membaca Al-Qur’an, kadang saya mengalami momen ragu. Pernah merasa seperti “ini dulu sudah pernah saya pelajari,” tetapi ketika bertemu lagi justru lupa detailnya. Salah satunya tentang tanda lam-alif (لا) yang berada di dekat akhir ayat, tepat di atas atau sekitar lingkaran penutup ayat/nomor ayat. Sepintas saya ingat tanda ini berkaitan dengan aturan berhenti dalam tilawah, tetapi karena sering lupa, saya mencoba menuliskannya kembali sebagai catatan sederhana agar lebih mudah diingat.
Setelah mencoba mencari penjelasan, salah satunya dari penjelasan melalui YouTube oleh ustad Heri Suheri, saya memahami bahwa tanda lam-alif (لا) menunjukkan bahwa bacaan tidak boleh diakhiri (waqaf tam) pada posisi tersebut, karena berpotensi memutus makna ayat atau kalimat. Namun, ini bukan berarti sama sekali tidak boleh berhenti. Berhenti sejenak untuk mengambil napas tetap diperbolehkan, terutama jika bacaan panjang dan sulit diselesaikan dalam satu tarikan napas. Intinya, boleh berhenti sementara, tetapi jangan menjadikannya titik akhir bacaan, misalnya langsung menutup dengan shadaqallahul ‘adzim. Setelah berhenti, bacaan tetap perlu dilanjutkan agar makna ayat tetap utuh.
Dari hal kecil seperti ini, saya belajar bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya soal melafalkan huruf demi huruf, tetapi juga menjaga makna yang terkandung di dalamnya. Tanda-tanda kecil dalam mushaf ternyata memiliki peran besar untuk membantu kita membaca dengan benar. Menulis catatan seperti ini menjadi cara sederhana bagi saya untuk terus belajar, mengingat, dan memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit.
0 Comments